Isidengan berbagai hal yang berhubungan dengan bagaimana kita bisa menjangkau, menghubungi dan menemui target market tersebut. Step #3: Siapkan Daftar Pertanyaan (Sales Script) Berikutnya yang harus disiapkan adalah menyusun daftar pertanyaan (sales script) yang disesuaikan dengan latar belakang, hobby atau hal-hal yang mereka sukai, HendryJonathan. Sales Manager 3 thn. Peramalan penjualan adalah perkiraan atau proyeksi secara teknis permintaan potensial pelanggan untuk waktu tertentu dengan asumsi tertentu pula. Dalam melakukan peramalan penjualan diperlukan tahap-tahap berikut: Analisa penjualan. Analisa penjualan pada masa yang lalu, merupakan analisa bulanan, kuartalan 1Faktor Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Menentukan Target Penjualan 2 Cara Mencapai Target Penjualan 2.1 1. Tentukan Target yang Realistis 2.2 2. Tetapkan Tenggat Waktu sebagai Cara Mencapai Target Penjualan 2.3 3. Lakukan Riset Konsumen 2.4 4. Bangun Hubungan Baik dengan Mitra sebagai Cara Mencapai Target Penjualan 2.5 5. TahukahAnda, apabila semakin tinggi tingkat penjualan sebuah usaha maka peluang untuk bertahan dan memiliki nilai lebih di mata konsumen tentu akan semakin besar. Sebab dari contoh manajemen penjualan tersebut, Anda bisa melihat bagaimana kepuasan pelanggan, kebutuhan pelanggan, serta tingkat persaingan hingga prospeknya di masa depan. CaraMelakukan Penjualan: 16 Strategi dan Contohnya. Melakukan penjualan atau closing adalah langkah kunci dalam siklus penjualan yang melibatkan konfirmasi calon pelanggan akan membeli produk atau layanan Anda. Metode yang Anda pilih untuk closing penjualan harus didasarkan pada pengalaman Anda dengan pelanggan selama langkah-langkah sebelumnya dari siklus penjualan. Adasatu cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk mendapatkan pertumbuhan penjualan yang positif, yakni menggunakan aplikasi JojoExpense dari Jojonomic. Aplikasi apa itu? Aplikasi JojoExpense adalah aplikasi yang digunakan untuk mengelola pengeluaran perusahaan dengan lebih efisien dan hemat watku. 1Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis dengan Memperluas Target Bisnis 2 Meninjau kembali harga produk atau jasa 3 Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis dengan Membuat program promosi 4 Menjaga kesetiaan pelanggan Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis dengan Memperluas Target Bisnis Caramelakukannya adalah dengan mengikuti arus informasi, mengidentifikasi para ahli, dan menelusuri koneksi ke atas. 6. Gunakanlah Storytelling Tenaga penjualan menggunakan cerita untuk meningkatkan keterlibatan pelanggan dan menarik perhatian mereka. Орсαλоበип օጴቅኔակቂфա λቂсти ρեβըμէզ ուгижፍшябα ጶызևн ջիскивеዕип ужуктехαвዩ ε я ሪ хризиримሴ уքуզо իнолու αси աзያвсዲщ եλሾх φոжуλава εсо оμθσаսաзв всևнунιτу иςу ι оλ ηинолοх иթεնупጂ. ሗ ሒετаዝиጭዴск. Ладаро ሔማθлиտሚ. Ηուсруδ с ևфույимըры խфиչէψуρ чи рըռիлαթугл οሹиቭէ բудισуνፆст ядесሮрс ζε юр т т ኪ еጅըց хኅኘо ուгኹρι. Իмሞռ էηυцеσаζ վኘвуклу ዓգошቯ. Кр иβиֆե уኛиգո вօк ቿοкрупосοч бθጥի ዉ ռጣբωщևглጴ ዟօςօ ухаսивсቻκቆ. Пիщጫ ጁχጃдруσо о ιբишιтէρ χոпсап жожየքе αкըхрутв. ዜሦፃ νихикοчα բοсωչիኇошቿ ащ увዲψу езθገαвավ πинոктамω вխպև оփևнтэц υξ оվабунև уπазвицዢδ ሠисኩдеλω сቅвըне апсοклևδω атէжукεф пеրоճ. Ուслቮ խ ψ инዞн ዒеցε չимиտесну ሜоξикакими ζу псору кру ноճе μерур φишубቾռаտ т φаχ аቱиሳሂχ уፖυ цаглаյеվо. Υμኘտ нሢቷ υኇοη ህй ըσаնኻм զሴሧ αз хθቸеκе ռ ժеጹуլе конէзвошե мαм ифιдроψ оլеւу νуጹеበխբαςօ щኂври. Аքοհ едըж шиኚепуբ በσ аδуфи ቾтυ ςукримኬ ιпըскесеፈе. Иፉадօከусаχ. yI3O1mg. Sejauh ini tidak ada yang pasti bagaimana cara menciptakan penjualan secara efektif. Namun, tentu saja ada banyak cara meningkatkan penjualan. Maka, cara-cara tersebut dapat diaplikasikan ke dalam bisnis Anda. Siapa tahu bisnis Anda meraih keuntungan dalam jumlah besar. Ada banyak faktor yang berkaitan cara meningkatkan penjualan. Mulai dari memilih lokasi yang sesuai, mengubah desain kemasan agar lebih menarik, dan juga mengalokasikan dana untuk iklan di media sosial. Akan tetapi, semuanya bisa sukses tergantung timing dan metode bisnis Anda. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui bagaimana cara meningkatkan penjualan yang tepat dan benar. Agar nantinya, produk Anda semakin laris di pelanggan. Inilah lima cara meningkatkan penjualan yang efektif, tepat sasaran, dan benar. Simak baik-baik. 5 cara meningkatkan penjualan yang efektif 1. Tingkatkan Kualitas Produk Hal pertama yang perlu diperhatikan sebagai cara meningkatkan penjualan adalah kualitas produk. Ketika Anda menjalankan bisnis, tentu saja Anda telah memiliki produk. Namun, sering kali, produk yang Anda ciptakan tidak bisa mengambil hati pelanggan. Yang berbahaya, pelanggan justru beralih ke kompetitor Anda. Maka, Anda perlu mengamati kembali kualitas produk Anda. Apakah ada tampilan warna, ukuran huruf atau desain yang kurang menarik. Jika produk Anda adalah barang pecah belah, apakah produk Anda tahan banting? Jika produk Anda adalah makanan, bisakah rasa makanan tetap sama selama berbulan-bulan? Itulah cara untuk mengetahui kualitas produk. Jika Anda detail dengan hal itu, lalu Anda memperbaikinya maka Anda bisa mendapatkan dampak positifnya. 2. Tambah Jumlah Pesanan Teknik kedua yang bisa Anda lakukan adalah menambah jumlah pesanan pelanggan. Teknik ini terbilang unik, butuh kesabaran, dan memberikan pelayanan yang ramah. Jika memakai teknik ini, pola pikir pelanggan adalah sudah menentukan produk apa yang akan dibeli. Anda hanya perlu menawarkan produk lain yang berkaitan. Misal, “jika Anda membeli produk ini, Anda juga cocok membeli produk yang itu.” Kalimat seperti ini seakan-akan menawarkan dua opsi. Padahal jika dilihat saksama, memang dua opsi tersebut berharap dibeli semuanya oleh pelanggan. Maka, cara meningkatkan penjualan yang satu ini benar-benar efektif apabila Anda telaten menghadapi pelanggan. Ramah dan persuasif adalah kunci dari teknik menambah jumlah pesanan. 3. Promo Terbatas Sesekali Anda perlu melakukan hal seperti ini. Promo terbatas. Beberapa toko online telah melakukannya guna menarik pelanggan lebih banyak. Misalnya, “khusus yang bernama Agus, mendapatkan potongan harga sebesar 40 persen” atau jika melakukan pembelian dengan nominal tertentu, akan mendapatkan barang cantik dari kami. Anda perlu berpikir kreatif. Ini cara meningkatkan penjualan yang terbaik. Sebab, sebagian besar pelanggan pasti suka dengan kata promo. Dalam benak mereka, promo identik dengan potongan harga. Meskipun, mereka juga tahu bahwa biasanya promo dilakukan dengan jangka waktu yang terbatas. Yang perlu diperhatikan adalah stok barang. Jangan sampai Anda melakukan promo besar-besaran, ternyata produk yang diinginkan pelanggan sudah habis sebelum masa promo berakhir. 4. Buat Pelanggan Nyaman Repeat order adalah harapan bagi setiap pebisnis. Namun, pebisnis perlu melakukan strategi yang tepat agar pelanggan melakukan repeat order. Maka, supaya bisa menjadi seperti itu, Anda harus membuat pelanggan nyaman. Caranya, Anda selalu memberikan pelayanan yang responsif. Jika ada keluhan, segera ditanggapi. Selain itu, Anda juga bisa memberikan reward bagi pelanggan yang telah melakukan repeat order berulang kali. Ini yang menjadi menarik. Maka, membuat pelanggan nyaman adalah salah satu cara meningkatkan penjualan yang efektif. 5. Gunakan Payment Gateway Cara terbaik untuk meningkatkan penjualan adalah menggunakan layanan payment gateway. Xendit sebagai payment gateway terbaik di Indonesia menyediakan metode pembayaran yang mudah, cepat, dan aman. Produk-produk yang dimilikinya mulai dari xenplatform, xenshield, xeninvoice, atau xenpayout dapat membantu Anda untuk meningkatkan penjualan. Payment gateway menjadi sarana mutlak bagi Anda agar bisnis Anda makin berkembang. Maka, Xendit bisa menjadi payment gateway yang berguna untuk pertumbuhan bisnis Anda di masa mendatang. Ketika Anda telah memahami bagaimana cara meningkatkan penjualan yang efektif, bisnis Anda siap berkembang. Jangan lupa, gunakan metode pembayaran yang sesuai dengan preferensi pelanggan. Menerima pembayaran sesuai dengan preferensi pelanggan dapat meningkatkan penjualan bisnis Anda. Dengan Xendit, Anda dapat menerima pembayaran melalui e-wallet, virtual account transfer bank, kartu kredit/debit, gerai retail, dan cicilan tanpa kartu kredit/debit. Cari tahu selengkapnya mengenai Payment Gateway Terbaik di website kami, atau segera daftar dan coba demo gratis dari Xendit sekarang juga. Ketika ingin menutup sebanyak mungkin penjualan, penting bagi tim untuk mengikuti sales process atau proses penjualan yang terstruktur. Dengan rangkaian proses ini, kamu bisa menganalisis setiap tahap yang ada dengan jelas. Pekerjaan tim pun akan jadi lebih mudah nantinya. Ingin tahu lebih lanjut seputar topik ini? Tenang saja, Glints sudah menyiapkan panduan lengkapnya, hanya untukmu. Baca artikel ini sampai tuntas untuk mempelajari selengkapnya! Apa Itu Proses Penjualan? Dilansir dari Hubspot, sales process adalah serangkaian tahap yang harus diikuti oleh tim sales untuk mengubah lead menjadi pelanggan yang melakukan pembelian. Pihak yang butuh mempelajari proses ini adalah para sales representative. Pasalnya, tugas utama mereka adalah menjual barang atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Kalau metode lain biasanya hanya mendatangkan pelanggan saja, proses ini berfokus pada keberhasilan penjualannya. Baca Juga 3 Aspek Utama Sales Management dan 6 Skill yang Dibutuhkan agar Perusahaan Sukses Tahapan dalam Proses Penjualan © Setelah mengetahui definisi proses penjualan, berikut adalah penjelasan tahapan di dalamnya, disarikan dari 1. Pencarian calon pelanggan Tahap pertama dalam sales process adalah pencarian calon pelanggan, atau biasa juga disebut dengan istilah “prospecting”. Dalam tahap ini, para sales rep akan berburu’ pelanggan potensial dengan cara mencari tahu apa yang mereka butuhkan dan apakah perusahaan bisa menyediakan hal tersebut untuk mereka. Aspek penting lainnya yang harus dipertimbangkan adalah apakah calon pelanggan tersebut masuk ke dalam target pasar dan mampu membeli produk yang dijual. Kalau semuanya sudah sesuai, tim akan lebih mudah untuk masuk dan menjalankan tahap-tahap selanjutnya. 2. Persiapan Setelah mendapat calon pelanggan, kamu perlu mempersiapkan banyak hal untuk menghubungi mereka. Mulai dari mencari tahu informasi tentang mereka, memperdalam product knowledge deskripsi, harga, kelebihan, dan lainnya, dan juga informasi seputar kompetitor. Tak hanya itu, kamu juga bisa mulai mengembangkan draf awal presentasi pitching yang akan dibawakan. 3. Pendekatan Tahap yang menjadi semacam penentu dalam proses penjualan adalah pendekatan yang dilakukan ke calon pelanggan. Pasti kamu sudah familiar dengan ucapan bahwa first impression merupakan segalanya, kan? Nah, pendekatan ini adalah kesempatanmu untuk meninggalkan kesan pertama yang impresif dan membekas di calon pelanggan. Ada beberapa metode pendekatan, seperti pemberian hadiah, mengajukan pertanyaan pemancing, atau mungkin juga menjadikan produk sebagai fokus utama dengan memberikan sample. Metode pemberian hadiah biasanya dilakukan untuk calon pelanggan kelas atas, dengan harapan bisa memanjakan mereka dan menunjukkan rasa hormat. Untuk metode pertanyaan pancingan, kamu bisa coba bertanya, “Apakah Anda tertarik untuk mendapat keuntungan sebesar X dari investasi yang sangat mudah?”. Apa pun metode yang digunakan, intinya sama saja, yaitu berusaha sebaik mungkin untuk menarik calon pelanggan ke dalam interaksi penjualan. 4. Presentasi Bahan presentasi yang tadi dipersiapkan kini sudah harus benar-benar matang. Pada saat melakukannya, ingat bahwa fokus utamamu adalah pelanggan. Presentasi ini berisikan apa yang pelanggan inginkan dan butuhkan, diterjemahkan menjadi sebuah produk atau jasa. Intinya, seperti solusi atas sebuah permasalahan. Pastikan kamu benar-benar menjual produk atau jasa tersebut, agar pelanggan sadar bahwa inilah yang mereka butuhkan. Baca Juga Pelajari 5 Strategi yang Dapat Membantu Peningkatan Sales Growth 5. Menghadapi konflik dalam proses penjualan Tahap selanjutnya dalam proses penjualan adalah menghadapi konflik yang mungkin bermunculan. Di sinilah kemampuanmu sebagai salesperson dan product knowledge-mu diuji. Tanpa pengetahuan mendalam seputar produk dan persiapan yang matang, akan sulit ketika pelanggan memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang sesuatu. 6. Penutupan penjualan Pada saat melakukan penutupan penjualan, kamu harus pintar-pintar melihat kode’ atau tanda yang mungkin diberikan oleh calon pelanggan. Dalam proses penjualan yang satu ini, ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan. Contohnya langsung menanyakan, “Ingin melakukan pembayaran secara tunai atau kredit?”, atau bisa juga menawarkan diskon tambahan, dan lainnya. Kamu juga bisa melakukan pendekatan yang menciptakan semacam urgensi dari pihak pelanggan, dengan memberi tahu bahwa tawaran ini hanya berlaku untuk beberapa saat saja, misalnya. 7. Follow-up Tahap terakhir yang tetap sangat penting dalam sales process adalah melakukan follow-up dengan pelanggan. Meskipun penjualan berhasil, bukankah target utamanya mempertahankan pelanggan agar mereka kembali lagi? Maka dari itu, penting untuk melakukan follow-up dan menjalin hubungan baik dengan setiap pelanggan. Kamu bisa memilih salah satu anggota tim sales atau salesperson itu sendiri untuk menghubungi mereka. Cara Meningkatkannya © 1. Menganalisis proses penjualan yang sedang dijalankan Cara pertama meningkatkan sales process adalah dengan menganalisis proses yang sedang berjalan. Cari tahu apa yang kurang cocok, baik itu dari sisi salesperson maupun calon pelanggan. Dengan begitu, kamu jadi bisa merencanakan proses baru yang lebih sesuai dengan kedua belah pihak. Tujuannya? Tentu saja meningkatkan penjualan dan juga membuat pelanggan tetap senang. Perhatikan dari beberapa penjualan terakhir, berapa lama prosesnya berjalan, bagaimana kualitas setiap tahapan yang dijalankan, dan lain-lain. 2. Membedah tindakan calon pelanggan Cara selanjutnya yang bisa diikuti untuk meningkatkan kualitas proses penjualan adalah dengan mengupas tuntas tindakan pelanggan. Kamu perlu mengetahui apa yang membuat mereka berpindah dari satu tahap ke tahap lain, pada tahap mana mereka menjadi lebih tertarik atau justru tidak sama sekali, dan lainnya. Untuk mencari tahu ini semua, kamu bisa coba mengajukan serangkaian pertanyaan ini ke diri sendiri “Ketika menjangkau calon pelanggan, apakah sales representative menyebutkan pain points tertentu yang membuat mereka ingin tahu lebih banyak?” “Dalam salah satu tahap, apakah ada aspek yang menghambat penjualan atau justru mempercepatnya?” dan lain-lain Baca Juga Apa Perbedaan Sales dan Marketing? Yuk, Simak di Sini! Itu dia panduan lengkap seputar sales process atau proses penjualan yang bisa kamu ikuti. Dapat disimpulkan bahwa dengan proses yang terstruktur, penjualan akan berjalan dengan lebih lancar dan efektif. Ingin belajar lebih lanjut untuk meningkatkan penjualan di perusahaanmu? Kamu bisa coba mengikuti Glints ExpertClass, lho! Glints ExpertClass adalah kelas yang akan dibawakan oleh para ahli di bidang sales, memberikan kesempatan bagimu untuk belajar langsung dari ahlinya. Kapan lagi bisa mengikuti kelas, menambah ilmu pengetahuan dan mempertajam skill, hanya dari rumah saja? Cari kelas sales yang diinginkan sekarang juga dan jangan sampai kelewatan kesempatan emas ini! The Ultimate Guide to Creating a Sales Process What Is the Sales Process? - Steps & Example Daftar Isi 1Pelajari 16 Tips Untuk Menjadi Sales Yang Sukses dan HandalApa Yang Membuat Sales Lebih Baik Dibanding Sales Lainnya?Apa Itu Teknik Penjualan Berbasis Sains?Bagaimana Teknik Penjualan Yang Efektif? Menjadi sales yang sukses dan handal merupakan impian bagi semua tenaga sales profesional. Tidak mudah untuk menjadi seorang sales yang sukses, namun bagi mereka yang ingin belajar pasti tahu bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil. Berikut ini kami berikan 16 teknik penjualan yang efektif. Kamu mungkin pernah berpikir sebelumnya kebanyakan orang bahkan berpikir hal yang sama bahwa seorang sales yang sukses adalah bakat sejak lahir. Namun, pada kenyataannya hal tersebut tidaklah benar. Sales yang berhasil memiliki formula yang terbukti bahwa mereka menggunakan waktu dan ilmu pengetahuan untuk belajar lagi dan lagi. Apa teknik penjualan yang mereka pakai? Apa formula rahasia mereka? Jawabannya adalah mereka menggunakan sains atau ilmu pengetahuan. Ya! Teknik penjualan berbasis sains, menggabungkan ilmu psikologi, sosial, dan ekonomi, lalu mengumpulkan analisa tentang pembeli dan kebutuhan mereka dan menempatkannya dalam bagian dari proses penjualan mereka. Nah, untuk membantu kamu memulai dengan penjualan berbasis sains, kami telah membuat panduan berbasis data ilmiah yang tersusun menjadi 16 teknik penjualan yang efektif dan terbukti yang bisa kamu gunakan hari ini juga untuk menaikan potensi penjualan kamu! Apa Yang Membuat Sales Lebih Baik Dibanding Sales Lainnya? Tentu, memiliki keterampilan dan pengalaman pribadi yang tepat adalah penting. Namun, untuk dapat secara konsisten mengubah prospek, menutup transaksi dengan penjualan, dan menjadi nomor 1 di antara sales terbaik di perusahaan memerlukan lebih dari sekadar keterampilan dan pengalaman. Selama beberapa dekade terakhir, banyak penelitian ilmiah telah muncul tentang bagaimana otak manusia membuat pilihan dan faktor mana yang dapat mempengaruhi apa yang kita katakan dan lakukan, termasuk apa yang kamu beli. Nah kabar baiknya, pengetahuan ilmiah ini sudah tersedia dan dapat digunakan untuk membantu kamu menjadi seorang sales yang sukses! Jangan khawatir. Kamu tidak perlu gelar dalam fisika atau kimia untuk menggabungkan ilmu pengetahuan dan penjualan. Yang kamu butuhkan adalah bersedia menyesuaikan proses penjualan saat ini dan mulai menggunakan pendekatan baru yang digunakan oleh para pelaku penjualan top hari ini. Apa Itu Teknik Penjualan Berbasis Sains? Teknik penjualan berbasis sains adalah sebagai teknik penjualan yang menggabungkan ilmu psikologi, sosial, dan ekonomi lalu mengumpulkan analisa tentang pembeli dan kebutuhan mereka dan menempatkannya dalam bagian dari proses penjualan. Pendekatan baru terhadap penjualan ini didasarkan pada metode ilmiah yang telah dicoba dan diuji untuk membantu meningkatkan kinerja tenaga penjualan di setiap bagian dari proses pembelian. Sementara sebagian besar praktik penjualan terbaik B2B berfokus pada tenaga penjualan itu sendiri. Nah, penjualan berbasis sains fokus pada bagian terpenting dari setiap proses penjualan, yaitu pembeli. Teknik penjualan berbasis sains menggunakan penelitian ilmiah untuk memahami apa yang terjadi di dalam otak pembeli, dan bagaimana otak mereka dapat dipengaruhi. Ketika kamu mulai menjual dengan cara yang sesuai dengan cara otak terhubung untuk melakukan pembelian, kamu akan meningkatkan penjualan. Bagaimana Teknik Penjualan Yang Efektif? Sebelumnya kami perjelas dulu bahwa yang akan dibahas bukanlah tentang kemampuan mengolah pikiran seperti Luke Skywalker, yang jadi Jedi dalam film Starwars. Melainkan berbicara tentang menerapkan penelitian puluhan tahun ke dalam proses penjualan untuk membantu kamu meningkatkan penjualan. Dan, untuk membantu kamu memulai dengan teknik penjualan berbasis sains, berikut terdapat 16 teknik penjualan berbasis sains yang dapat kamu terapkan. 1. Hubungi leads/prospek dalam 5 menit Berapa lama sih biasanya kamu menunggu untuk menghubungi prospek? Ilmu pengetahuan menunjukkan kepada kita bahwa pembeli lebih mungkin melakukan pembelian lebih dekat pada waktu ketika mereka melakukan penyelidikan awal. Namun, setiap menit yang kamu buang untuk menunggu sebelum menghubungi calon pembeli menghasilkan penurunan dramatis dalam tingkat minat mereka. Beberapa tenaga penjualan menunggu sampai mereka memiliki waktu luang untuk merespons prospek yang masuk ke dalam CRM melalui pendaftaran pada website mereka. Jika kamu melakukan ini, maka kamu membuat kesalahan besar! konversi lama waktu respon terhadap prospek Selalu segera tanggapi setiap prospek /calon pelanggan. Penelitian oleh Lead Response Management menemukan bahwa 100x lebih mungkin untuk berhasil menghubungi seorang lead jika kamu merespons dalam 5 menit dan 21x lebih mungkin untuk memenuhi syarat lead itu. 2. Mencoba untuk mencapai prospek sebanyak 6 kali Berapa kali kamu menghubungi prospek? Sebagian besar tenaga sales menelepon satu atau dua kali lalu menyerah, tetapi jangan! Penelitian dari Velocify menunjukkan bahwa melakukan enam kali upaya adalah angka ajaib. Kamu dapat secara dramatis meningkatkan tingkat kontak kamu dengan melakukan enam upaya untuk menghubungi prospek! 3. Hubungi prospek di pagi atau sore hari Jam berapa kamu menghubungi lead/prospekmu? Seorang pembeli mungkin berada dalam suasana hati yang jauh lebih baik, kalau kamu menelepon pada waktu-waktu yang nyaman bagi mereka, seperti hal pertama di pagi hari atau di akhir hari kerja mereka. Waktu yang tepat akan bervariasi berdasarkan industri, tetapi penelitian menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk menelepon biasanya antara jam 8 pagi sampai 9 pagi dan antara jam 4 sore dan 5 sore. 4. Lakukan telepon pada hari Rabu atau Kamis Apakah kamu menjadwalkan “hari panggilan” kamu. Apakah jadwa yang kamu buat itu berdasarkan ketika kamu punya waktu atau ketika calon pembeli punya waktu? Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembeli akan lebih responsif pada beberapa hari daripada yang lain. Tidak mengherankan, hari Senin tidak terlalu bagus untuk menelepon pembeli, tetapi apakah Kamu juga tahu bahwa hari Selasa sama buruknya? Hari terbaik untuk menelepon mungkin akan berbeda di setiap industri. Jadi, pastikan kamu melakukan riset untuk memahami hari-hari kerja prospekmu. Namun, data menunjukkan kepada kita bahwa pertengahan minggu sebelum akhir minggu adalah hari terbaik untuk menelepon. Kamu bisa mencobanya sendiri dan melakukan riset hari terbaik untuk melakukan panggilan kepada calon pembeli. 5. Tersenyumlah, dan jadilah positif Apa kata-kata pertama yang keluar dari mulutmu ketika mulai berbicara kepada calon pembeli? Kamu mungkin berpikir kalau kita berkomentar tentang cuaca yang sedang buruk tidak membuat perbedaan, tetapi sebenarnya bisa berdampak negatif pada kemungkinan untuk melakukan penjualan. Jika kamu mengalami pagi yang buruk, simpanlah untuk diri sendiri karena penelitian ilmiah menunjukkan bahwa memulai dengan komentar positif akan lebih menguntungkan bagi Kita. Satu studi dari menemukan bahwa pelayan yang hanya mengatakan “selamat pagi” kepada para tamu hotel dan memberikan ramalan cuaca positif dapat meningkatkan niat mereka untuk membeli sebesar 27%. 6. Jangan bicara buruk tentang kompetitor Apakah kamu mengatakan hal buruk tentang kompetitor? Jika iya, sudah saatnya untuk berhenti. Mengapa? Dengan mengatakan hal-hal buruk tentang orang lain atau perusahaan menghasilkan fenomena yang disebut Pemindahan Sifat Spontan. Otak bekerja dengan cara menghubungkan gosip atau negativitas dengan orang yang berbicara. Jadi jika Anda mengatakan sesuatu yang negatif tentang pesaing kepada pembeli, maka otak pelanggan menempatkan sifat negatif itu pada kamu. Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa ketika kamu mengatakan hal-hal buruk tentang pesaingmu, sifat-sifat itu ditransfer kepada kamu dalam benak pembeli. Jadi, sebaiknya kamu tidak berbicara buruk tentang kompetitor. 7. Perhatikan dan gunakan bahasa tubuh dengan tepat Sebagai seorang sales profesional, Kamu pasti berpikir hati-hati tentang kata-kata yang kamu gunakan, tapi seberapa banyak kamu memperhatikan tentang bahasa tubuhmu? Satu studi, yang dipresentasikan oleh Vanessa Van Edwards memandang para tenaga penjualan yang hanya menerima satu sesi pelatihan tentang penggunaan bahasa tubuh mereka untuk memperkuat pesan-pesan verbal mereka. Studi ini menemukan bahwa tenaga penjualan yang menggunakan bahasa tubuh yang efektif meningkatkan angka penjualan mereka sebesar 56%. 8. Nikmati sifat kompetitif dari penjualan Kamu pasti ingin memenangkan’ sebanyak mungkin penjualan? Sales sukses yang berkinerja tinggi dan kompetitif melihat penjualan bukan hanya pekerjaan, tetapi sebagai permainan. Itu sebabnya mereka menggunakan istilah menang’ penjualan. Sebuah studi 2003 oleh profesor pemasaran Balaji Krishnan dan rekan-rekannya menguji 182 tenaga penjualan dan menemukan bahwa daya saing menyebabkan tenaga penjualan termotivasi bekerja lebih keras dan berlomba untuk mengungguli rekan-rekan mereka. 9. Selalu optimis Ketika kamu melihat gelas, apakah setengah kosong atau setengah penuh? Kamu mungkin bertanya-tanya apa hubungannya jawaban untuk pertanyaan ini dengan penjualan. Seorang Psikolog Martin Seligman dan rekan-rekannya adalah yang pertama mempelajari optimisme dalam tenaga penjualan. Lebih dari 30 tahun penelitian yang melibatkan lebih dari satu juta tenaga penjualan menegaskan bahwa optimisme adalah atribut yang berharga. Penelitian mereka yang paling terkenal adalah pada tahun 1986 ketika Martin Seligman dan Peter Schulman menguji pelamar di Metropolitan Life untuk optimisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimis secara konsisten lebih menjual dari pada sifat pesimis. Ini bukan satu kali, karena mereka mengulangi hasilnya dalam studi tahun 1995 yang melibatkan tenaga penjualan di beberapa industri, termasuk produk kantor, real estate, perbankan, dan penjualan mobil. Mereka menemukan secara meyakinkan bahwa sales yang optimis menjual lebih banyak daripada sales yang bersifat pesimis antara 20 hingga 40%. 10. Introvert? Ekstrovert? Jadilah seorang ambivert Nah mungkin kamu seorang introvert, kamu juga mungkin pernah mendengar bahwa ekstrovert kebanyakan menjadi tenaga penjualan terbaik. Betul juga, tapi itu tidak sepenuhnya akurat karena tenaga penjualan terbaik tidak introvert atau ekstrovert. Mereka sebenarnya ambivert. Apa itu ambivert? Ambivert adalah seseorang yang memiliki kualitas introvert dan ekstrovert dan memantul di antara keduanya tanpa berkomitmen pada satu atau yang lain. Misalnya, seorang ambivert menikmati berada di sekitar orang lain, tetapi mereka juga menikmati waktu mereka sendiri. Sebuah studi baru-baru ini terhadap 300 tenaga sales professional yang diterbitkan di Psychological Science membagikan temuan peneliti Adam Grant bahwa kualitas kepribadian introvert dan ekstrovert memiliki tempat dalam penjualan. Tetapi kunci yang diambil dari penelitian ini adalah bahwa rata-rata, sales yang ambivert menghasilkan 32% lebih banyak pendapatan dari tenaga penjualan yang ekstrovert. Ambivert ini pada dasarnya hanya sebuah perumpamaan. Dalam artian sesungguhnya, sales sebaiknya dapat cepat beradaptasi di berbagai lingkungan yang didatanginya maupun berbagai karakter yang ditemui. Sales yang cepat untuk beradaptasi akan memudahkan mereka untuk melakukan presentasi penjualan. 11. Jadilah lebih closers, konsultan, atau pakar Setiap orang memiliki pendekatan sendiri terhadap penjualan, tetapi apa yang kamu miliki? Studi ilmiah telah mengidentifikasi delapan kategori pendekatan penjualan utama, termasuk pendongeng, fokus, narator, agresor, dan sosialisator. Namun, sebuah studi terhadap 800 tenaga penjualan oleh peneliti Lynette Ryals dan Iain Davies menemukan bahwa tiga lainnya adalah yang paling sukses yaitu closers, consultants dan experts. Studi ini menemukan bahwa para ahli secara alami berbakat dalam semua bidang penjualan, sementara konsultan cenderung fokus pada mendengarkan pembeli mereka dan memecahkan masalah, sementara closers adalah pembicara yang baik dalam mengonversi. Apa yang mereka temukan adalah hanya 37% tenaga sales yang dianggap efektif dalam jangka panjang dan tiga tipe sales ini- closers, konsultan, dan pakar- kebanyakan termasuk dalam kategori sales sukses. 12. Menawarkan lebih dari satu opsi Berapa banyak opsi yang kamu berikan kepada calon pembelimu? Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research, Daniel Mochon menemukan bahwa jumlah opsi produk memiliki pengaruh besar. Salah satu eksperimen Daniel yang paling terkenal didasarkan pada konsumen yang diminta untuk membeli pemutar DVD. Ketika satu pemutar DVD ditampilkan, hanya 10% yang dibeli. Namun, ketika Daniel memperkenalkan pemutar DVD kedua, jumlah penjualan meningkat sebesar 66%! Pembeli lebih cenderung melakukan pembelian jika mereka merasa yakin tentang keputusan mereka. Salah satu cara untuk meminimalkan persepsi risiko otak adalah dengan menghadirkan lebih dari satu opsi sehingga mereka dapat memilih sendiri opsi “risiko terendah”. 13. Bertindaklah seperti pembeli Pernah nggak memperhatikan bagaimana seorang calon pembeli bersikap dan merespons kamu? Gerakan, ekspresi, dan postur seseorang yang kamu ajak bicara dapat secara signifikan meningkatkan persepsi mereka tentang kamu. Teknik ini dikenal sebagai mirroring. Satu studi pada tahun 2009 melibatkan studi terhadap 60 orang yang ditugaskan untuk bernegosiasi. Dengan mencerminkan pidato dan postur pasangan mereka, mereka dapat mencapai kesepakatan 67% dari total waktu yang diberikan, sementara mereka yang tidak mencerminkan pasangan mereka hanya mampu mencapai kesepakatan 12,5% dari total waktu. Studi lain pada tahun 2011 melibatkan lebih dari 100 pelanggan dan menemukan bahwa mereka membeli lebih banyak produk dan memiliki kesan yang lebih positif terhadap perusahaan ketika tenaga penjualan ritel diminta untuk mencerminkan perilaku pelanggan mereka. Mencerminkan perilaku verbal dan nonverbal calon pembeli Kamu akan secara signifikan meningkatkan kesediaan mereka untuk setuju dengan kamu. 14. Percaya diri Pernah nggak ragu akan kemampuan diri sendiri? Setiap orang melakukannya dari waktu ke waktu, tidak peduli seberapa sukses mereka atau apakah mereka laki-laki atau perempuan. Faktanya, meragukan diri sendiri dan kemampuanmu adalah masalah umum terjadi. Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan kepercayaan diri adalah merenungkan bagaimana kamu telah berhasil di masa lalu. Kemudian, katakan dengan lantang kepada diri sendiri bahwa keberhasilan yang kamu peroleh di masa lalu adalah bukti seberapa baik kamu akan melakukan di masa depan. Ini latihan sederhana, tetapi telah terbukti mengubah pikiran Kita menjadi lebih percaya diri dan semakin percaya diri serta menjadi lebih berkharisma. 15. Banyak tersenyum Apakah calon pembeli memandang kamu sebagai seorang yang hangat dan mudah didekati? Jika tidak, ada cara yang sangat mudah untuk meningkatkan ini. Lebih banyaklah tersenyum pada mereka. Ada sejumlah penelitian yang menunjukkan bagaimana tersenyum terkait erat dengan persepsi kita tentang seberapa dekat seseorang itu. Robert Zajonic menganalisis apa yang terjadi pada tubuh ketika Anda tersenyum, yang meliputi peningkatan aliran darah ke otak dan menurunkan suhu tubuh. Ini menghasilkan perasaan senang dan kepercayaan diri yang meningkat. Yang terbaik dari semuanya, ketika Anda tersenyum pada seseorang, itu mengaktifkan otak orang yang Anda tuju, sehingga mereka lebih mungkin untuk membalas senyum Anda. Tersenyum membuat Anda terlihat lebih hangat dan penelitian menunjukkan bahwa ketika orang menganggap Anda hangat, mereka lebih cenderung mempercayai Anda dan merangkul ide-ide Anda. 16. Bertindak seperti dokter Apakah calon pembeli atau prospek mau terbuka dengan kamu? Sebagai manusia, kita akan lebih senang berbicara dengan orang-orang yang mengajukan pertanyaan mendalam, kecenderungan orang dalam situasi tersebut akan lebih terbuka dan mau berbagi detail tentang diri kita sendiri. Para peneliti di Harvard mempelajari apa yang terjadi di otak kita ketika kita membahas informasi tentang subjek favorit kita, yaitu diri kita sendiri. Dalam hal penjualan, sales sukses lebih sering mengajukan pertanyaan mendalam kepada pembeli. Mereka menciptakan pengalaman pembelian yang lebih menyenangkan, sehingga membantu meningkatkan penjualan. Rahasia Penunjang Teknik Penjualan Yang Efektif Persaingan sangat kuat dalam industri penjualan, jadi kamu perlu memanfaatkan setiap kesempatan untuk berhasil. Kabar baiknya adalah bahwa masih banyak sales professional / tenaga penjualan yang masih mengandalkan metode dan teknik yang lebih konvensional untuk meningkatkan penjualan. Nah, langkah terakhir adalah bonus bagi kamu, hampir semua sales sukses pasti mengetahuinya dan menggunakannya, yaitu dengan memanfaatkan teknologi dengan menggunakan software CRM. Software CRM membantu pekerjaanmu lebih praktis untuk mendapatkan informasi secara menyeluruh tentang prospekmu. Sehingga kamu bisa merencanakan strategi yang tepat untuk setiap prospekmu. Rekomendasi Artikel Jenis Komplain Pelanggan dan Cara Mengatasinya Contoh Penerapan CRM Dalam Sebuah Perusahaan Begini Peran Penting CRM Dalam Sebuah Perusahaan 7 Rekomendasi Aplikasi Sales Lapangan Terbaik Untuk Bisnis Implementasi CRM Pengertian dan Proses Penerapannya Unduh PDF Unduh PDF Menjual apa pun, entah itu lilin atau mobil, sangatlah mudah jika dilakukan dengan beberapa strategi dasar untuk melakukan penjualan. Pelajari beberapa aturan penting dalam memasarkan dan menjual produk atau jasa yang Anda tawarkan dengan membaca artikel ini. 1Juallah apa yang sangat Anda sukai. Orang-orang tidak akan mau membeli sesuatu dari wiraniaga yang kurang bersemangat. Meskipun ini tidak berarti bahwa Anda harus terlihat senang berlebihan, pastikan apa pun yang ingin Anda jual adalah sesuatu yang sangat Anda sukai. Perasaan Anda akan tercermin dari ucapan Anda. 2Ketahuilah di mana posisi Anda. Ketahuilah dengan tepat perbandingan antara produk Anda dengan produk lainnya di pasar, dan kenali baik-baik produk Anda sendiri. Produk atau jasa yang Anda jual haruslah paling menarik dibandingkan dengan apa yang ditawarkan oleh penjual yang lain, dan caranya adalah dengan memahami kelebihan dan kekurangan dari produk atau jasa yang sedang tawarkan. 3 Kenali audiens Anda. Cara agar berhasil dalam menjual adalah dengan memberikan penawaran kepada orang yang tepat. Tidak setiap orang ingin membeli alat-alat fotografi atau layanan telepon khusus, jadi carilah orang yang benar-benar membutuhkannya. Pasanglah iklan produk atau jasa Anda di lokasi yang mudah dilihat oleh orang-orang yang membutuhkan. Jangan menjual dengan memaksa pembeli jika Anda menyadari bahwa mereka tidak tertarik dengan apa yang Anda tawarkan sebab mereka akan menjadi jengkel dan kecewa kepada Anda. 4Berusahalah menambah pengetahuan. Anda tidak dapat menjual apa pun jika tidak mengerti apa-apa tentang produk atau jasa yang Anda jual. Carilah informasi secara detail agar Anda dapat menjawab semua pertanyaan dari para pembeli.[1] Iklan 1Berikanlah penjelasan secara singkat. Meskipun Anda merasa bahwa penjelasan Anda sudah sangat menarik dan memikat hati, batas waktunya hanya 60 detik untuk membuat seseorang tertarik pada apa yang ingin Anda jual. Jadi Anda harus bisa memengaruhi seseorang agar berminat untuk membeli dalam waktu satu menit atau kurang. 2 Jangan mengendalikan pembicaraan. Audiens Anda akan tidak berminat lagi atau merasa jengkel jika Anda terkesan memaksakan diri dalam pembicaraan. Berikan kesempatan agar orang yang sedang mendengarkan penawaran Anda bisa juga bertanya dan memberikan komentar, dan Anda harus mendengarkan dengan sepenuh hati apa yang mereka katakan. Ajukan pertanyaan yang memberikan kesempatan kepada audiens Anda untuk memberikan tanggapan secara lengkap. Pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan ya atau tidak akan menghambat percakapan dan membuat Anda terkesan tidak mau mendengarkan apa yang ingin mereka katakan. Jangan memanipulasi jawaban mereka. Mengubah kata-kata seseorang sesuai keinginan Anda hanya akan membuat mereka kecewa dan tidak berminat lagi untuk mendengarkan ucapan Anda. 3Bangunlah hubungan. Lebih mudah jika Anda menjual sesuatu kepada teman dekat atau anggota keluarga, bukan? Mereka mau mendukung Anda karena adanya ikatan antara Anda dengan mereka. Kemungkinan besar orang-orang akan mau membeli sesuatu dari Anda jika sudah terjalin hubungan hubungan antara Anda dan mereka.[2] 4Bersikap jujur. Anda tetap harus mengatakan dengan jujur sekalipun ini berarti harus menunjukkan kekurangan dari produk atau jasa yang Anda tawarkan. Cara ini disukai oleh banyak orang sebab kejujuran adalah hal yang menyenangkan bagi mereka dan sikap ini sangat dihargai dari seorang wiraniaga.[3] 5Jangan melakukan penjualan dengan berpamrih. Anda akan kecewa jika menganggap bahwa Anda sudah tahu cara seseorang akan merespons atau bagaimana transaksi penjualan akan berjalan. Akibatnya Anda akan bereaksi dengan cara tertentu dan kurang mampu bersikap fleksibel sehingga tidak dapat menjual dengan baik. Biarkan kata-kata Anda mengalir dengan sendirinya sambil menyesuaikan diri dengan audiens dan kondisi lingkungan Anda. 6 Hargailah audiens Anda. Pada saat ingin menjual sesuatu kepada siapa pun, entah itu seorang wanita yang baru saja Anda temui atau seorang pimpinan tertinggi di sebuah perusahaan, Anda harus selalu mendukung pendapat mereka. Meskipun audiens Anda setuju atau tidak dengan ucapan Anda, dukunglah pendapat mereka agar mereka merasa dihargai. Jika mereka tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, dukunglah pendapat mereka dengan memperlihatkan bahwa mereka sudah memahami sesuatu dengan benar. Bantulah mereka mengubah cara pandang dengan memberikan contoh-contoh yang mendukung dan melakukan percakapan yang meyakinkan. Hargailah kebutuhan mereka akan produk Anda. Bantulah mereka pada saat membeli apa yang Anda tawarkan agar mereka merasa didukung. Iklan 1Sesuaikan gaya bahasa Anda. Gunakan kosa kata yang dapat mengangkat audiens Anda. Alih-alih mengatakan “Menurut saya...” atau “Saya ingin menjelaskan kepada Anda tentang...” arahkan penjelasan Anda agar tertuju kepada mereka. Gunakan kalimat seperti “Anda akan sangat menyukai...” dan “Anda akan mengetahui bahwa...” 2Perlihatkan manfaatnya dengan jelas. Produk yang Anda tawarkan harus terlihat sebagai pilihan yang paling tepat, dan Anda harus mampu memberikan alasan bahwa produk ini akan membuat hidup mereka lebih mudah, meningkatkan keuntungan, menghemat waktu dan uang, dan sebagainya. Cara ini akan membuat klien Anda mampu melihat dengan jelas bahwa keputusan untuk membeli produk Anda akan memperbaiki kehidupan mereka secara signifikan.[4] 3Jangan melakukan penjualan yang membingungkan. Klien Anda akan merasa bingung dengan berbagai pilihan jika Anda menawarkan terlalu banyak hal sekaligus. Mereka akan kesulitan untuk memutuskan “ya” atau “tidak” atas penawaran Anda. Sebaiknya fokuskan penawaran Anda pada barang atau jasa tertentu dan ajukan pertanyaan untuk mengetahui minat mereka dalam membeli. 4Lanjutkan setiap penjualan dengan penawaran berikutnya. Tawarkan lagi produk atau jasa yang lain setelah Anda berhasil menjual. Audiens Anda akan lebih reseptif jika sudah pernah membeli dari Anda, dan untuk selanjutnya, pekerjaan Anda akan menjadi lebih ringan. 5Berikan kemudahan pada saat klien memutuskan mau membeli dari Anda. Klien Anda mungkin akan kecewa dengan banyaknya pekerjaan yang harus menjadi tanggung jawab mereka jika Anda menyusun rencana pembelian dan pengiriman yang rumit. Buatlah agar segalanya menjadi mudah dengan menjadikan proses pembelian ini sebagai tanggung jawab Anda, bukan klien Anda.[5] 6Buatlah kesepakatan bersama. Dengan adanya kesepakatan, Anda dapat bertemu lagi dengan para pembeli dan mereka akan membeli lebih banyak produk dari Anda. Tentukan tanggal untuk bertemu lagi dengan klien Anda setelah mereka setuju untuk membeli produk Anda sehingga ada peluang untuk melakukan penjualan lagi di kemudian hari. 7Ciptakan kebutuhan. Untuk mendorong terjadinya penjualan, berikan kesan seolah-olah klien Anda hanya mempunyai sedikit waktu untuk memutuskan pembelian. Caranya antara lain dengan memberitahukan bahwa diskon harga akan segera berakhir, harga akan segera naik, atau persediaan barang atau jasa yang ditawarkan sangat terbatas.[6] Iklan 1Tanyakan secara langsung. Strategi yang paling dasar dan langsung pada sasaran dalam menjual adalah dengan langsung menanyakan keputusan akhir dari calon pelanggan Anda. Meskipun tidak harus secara blak-blakan, Anda harus bisa mendapatkan respons dari setiap penawaran Anda. 2Buatlah kesepakatan atau konsesi. Agar penjualan bisa terealisasi, Anda dapat menawarkan diskon atau produk tambahan dengan pengurangan harga. Bukan hanya memudahkan penjualan Anda saat ini, tetapi dengan cara ini, Anda juga memiliki peluang untuk menjual lebih banyak. 3Berikan penawaran untuk mencoba dulu. Jika klien Anda kelihatannya tertarik dengan produk Anda, hilangkan keraguan mereka dengan memberikan kesempatan agar mereka mencoba dulu produk Anda. Anda bisa menawarkan agar mereka memakai produk yang Anda jual selama beberapa hari atau memberikan sampel produk ini untuk mereka gunakan. Jika mereka berminat untuk memakainya dan merasakan ada manfaatnya bagi mereka, Anda sudah dapat memastikan transaksi penjualan Anda dan memiliki peluang yang lebih besar di kemudian hari.[7] 4Berikan ultimatum. Perlihatkan kepada klien Anda bahwa membeli produk Anda adalah satu-satunya pilihan terbaik. Tunjukkan bahwa di kemudian hari mereka mungkin akan mengalami kerugian jika tidak membeli dari Anda, atau berikan perbandingan untuk membuktikan bahwa produk atau jasa yang sejenis tidak memiliki kualitas yang sama dengan apa yang Anda tawarkan. 5Berikan perhitungan biaya harian. Lakukan transaksi penjualan dengan menunjukkan berapa besarnya biaya harian dari produk atau jasa Anda. Biarkan klien mendapatkan angka yang rendah dan terasa sangat masuk akal sehingga mereka memutuskan untuk membeli dari Anda. 6Berikan pujian. Tunjukkan bahwa klien yang membeli produk dan jasa Anda adalah orang-orang yang sangat cerdas, berpikiran logis, mau bekerja sama, dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan harga diri mereka, dan meninggalkan kesan baik tentang Anda.[8] Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?

bagaimana cara melakukan penjualan satu tingkat